Selasa, 07 April 2009

Kadin Minta Pemerintah Tambah Trade Financing

JAKARTA--MI: Kadin meminta pemerintah menambah pembiayaan ekspor (trade financing) untuk negara multilateral.

Menurut Ketua Kadin MS Hidayat, kesepakatan pemerintah Indonesia dengan Jepang sebanyak US$500 juta masih terbatas untuk kerja sama bilateral. ia menyebutkan, dengan kerjasama dengan Jepang tersebut masih dibatasi hanya untuk barang-barang dari Jepang. "Itu kan mengikat secara bilateral yang memberikan misalnya jual belinya kita pakai barang-barang yang diproduksi di sana," katanya, Senin (6/4).

Kadin mengatakan kegiatan ekspor akan lebih leluasa dengan pembiayaan ekspor multilateral.

Dalam pertemuan tingkat tinggi G 20 di London, telah diputuskan akan disalurkan dana sebesar US$1,1 triliun untuk beberapa bank dan trade financing. Untuk membiayai ekspor akan dialokasikan sebesar US$250 juta.

Kendati begitu, pembiayaan ekspor yang bersifat bilateral tersebut masih bisa meringankan arus neraca perdagangan. "Paling tidak trade financing itu akan membuat ekspor kita jadi lancar secara cashflow," katanya.

Hidayat juga mengharapkan, pembiayaan ekspor bisa betambah sebanyak US$ 1 miliar. Hal ini untuk menjaga ketahanan sektor industri di tengah badai krisis yang sedang berlangsung. "Pasti bisa. Itu yang menjadi concern kita," katanya.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Kadin Minta Pemerintah Tambah Trade Financing”

Posting Komentar

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by VanRoyen, Inc