Selasa, 07 April 2009

Rupiah Jumat Pagi Kembali Menguat

JAKARTA--MI: Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat(3/4) pagi kembali menguat mencapai 110 poin jauh di bawah angka Rp11.500 per dolar, karena pelaku pasar makin optimis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik menjadi Rp11.370/11.380 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.480/11.490, kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Jumat(3/4).

Menguat rupiah terhadap dolar itu karena didukung berbagai faktor positif yang muncul di pasar. Masuknya investor asing di pasar modal dan membaiknya data ekonomi Indonesia merupakan faktor yang mendorong kepercayaan pasar, katanya.

Rupiah kemungkinan besar berpeluang menguat hingga mencapai angka Rp11.000 per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan dan kemungkinan tidak sampai akhir tahun ini, ujarnya.

Selain itu, membaiknya rupiah karena adanya perjanjian kerjasama "currency swap" dengan bank sentral China dan Jepang sehingga menjaga rupiah makin stabil.

"Kami optimis rupiah akan semakin menguat hingga mendekati angka Rp11.000 per dolar AS," ucapnya.

Laporan Biro Pusat Statistik (BPS), mengenai laju inflasi Maret yang mencapai 0,22%, menurut dia menunjukkan bahwa peluang Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuannya makin besar.

BI akan menurunkan suku bunga untuk memicu pertumbuhan pasar dan perbankan agar aktif menyalurkan kreditnya kepada masyarakat. Apabila ini semua terjadi, pergerakan rupiah ke depan akan semakin baik dan akan terus menguat, tuturnya.

[ Baca Selengkapnya... ]

Kadin Minta Pemerintah Tambah Trade Financing

JAKARTA--MI: Kadin meminta pemerintah menambah pembiayaan ekspor (trade financing) untuk negara multilateral.

Menurut Ketua Kadin MS Hidayat, kesepakatan pemerintah Indonesia dengan Jepang sebanyak US$500 juta masih terbatas untuk kerja sama bilateral. ia menyebutkan, dengan kerjasama dengan Jepang tersebut masih dibatasi hanya untuk barang-barang dari Jepang. "Itu kan mengikat secara bilateral yang memberikan misalnya jual belinya kita pakai barang-barang yang diproduksi di sana," katanya, Senin (6/4).

Kadin mengatakan kegiatan ekspor akan lebih leluasa dengan pembiayaan ekspor multilateral.

Dalam pertemuan tingkat tinggi G 20 di London, telah diputuskan akan disalurkan dana sebesar US$1,1 triliun untuk beberapa bank dan trade financing. Untuk membiayai ekspor akan dialokasikan sebesar US$250 juta.

Kendati begitu, pembiayaan ekspor yang bersifat bilateral tersebut masih bisa meringankan arus neraca perdagangan. "Paling tidak trade financing itu akan membuat ekspor kita jadi lancar secara cashflow," katanya.

Hidayat juga mengharapkan, pembiayaan ekspor bisa betambah sebanyak US$ 1 miliar. Hal ini untuk menjaga ketahanan sektor industri di tengah badai krisis yang sedang berlangsung. "Pasti bisa. Itu yang menjadi concern kita," katanya.

[ Baca Selengkapnya... ]

24 Penumpang Pesawat Fokker Dilaporkan Tewas

24 Penumpang Pesawat Fokker Dilaporkan Tewas















(METRO TV)
BANDUNG--MI: Sebuah pesawat militer jenis Fokker 27 milik Indonesia yang jatuh Senin (6/4) siang dilaporkan sedang membawa 24 penumpang. Pesawat dilaporkan jatuh menimpa salah satu hangar di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan menimbulkan ledakan yang sangat keras.

24 Orang dikonfirmasi tewas dalam peristiwa jatuhnya pesawat militer Indonesia. Namun belum diperoleh keterangan pasti mengapa pesawat Fokker 27 tersebut berusaha mengurangi ketinggian saat hujan sedang mengguyur sekitar wilayah Bandung.

Salah satu saksi mata melaporkan kepada kantor berita Antara bahwa pesawat sempat terlihat berguncang sebelum jatuh terhempas ke tanah.

Juru bicara TNI Angkatan Udara Bambang Sulistyo menyatakan bahwa pesawat tersebut sedang mengangkut enam orang awak pesawat, seorang instruktur, dan 17 anggota pasukan khusus saat kejadian tersebut.

Militer Indonesia memiliki armada pesawat yang rata-rata telah berumur. Pesawat Fokker 27 naas yang jatuh tersebut misalnya sudah berumur lebih dari 30 tahun.

Beberapa kecelakaan pesawat sipil komersial Indonesia di tahun-tahun belakangan ini tercatat telah menewaskan lebih dari 120 orang.

[ Baca Selengkapnya... ]

Dua Pesawat Rusak Tertimpa Fokker 27

Dua Pesawat Rusak Tertimpa Fokker 27
BANDUNG--MI: Dua dari lima pesawat yang menjalani perawatan di area Laboratorium Air Craft Service PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, rusak berat setelah tertimpa reruntuhan pesawat Fokker-27 milik TNI AU yang jatuh dan terbakar.

Direktur Operasional PT DI, Budi Huraskito, Senin (6/4), menyatakan, kerusakan cukup parah dialami pesawat Deraya dan pesawat Batavia. "Kondisi kedua pesawat yang tertimpa reruntuhan cukup parah, tapi semuanya sudah diasuransikan," ucapnya.

Lima pesawat yang sedang menjalani masa perawatan di area Lab Air Craft Service PT DI yaitu Adam Air Boeing 737, Batavia Boeing 737, CN 235, Deraya, MC-212/200. Selain itu juga terdapat sebuah helikopter jenis Single Engine Robinson.

Ketika F-27 milik TNI AU jatuh dan menimpa hanggar di area Lab Air Craft Service PT DI, seluruh karyawan yang bertugas di Lab tidak ada di lokasi karena tengah beristirahat siang.

Menurut keterangan seorang karyawan, semula bunyi ledakan keras itu dikira suara petir karena saat bersamaan turun hujan deras yang sebelumnya cuaca gelap tertutup gumpalan awan hitam.

[ Baca Selengkapnya... ]

KSAU Tinjau Evakuasi Korban Fokker TNI AU

JAKARTA--MI: Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio meninjau proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Fokker F-27 milik Skadron Udara 2 Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma yang jatuh di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (6/4) siang.

KSAU didampingi Asisten Operasi Kasau Marsekal Muda Pandji Utama tiba di lokasi sekitar 16.30 WIB dan langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat Fokker 27 TNI AU mengangkut 24 orang terdiri atas enam awak pesawat dan 18 siswa Para Lanjut Tempur (PLT) Pasukan Khas TNI AU yang sedang menjalani masa orientasi sebelum latihan penerjunan pada 8 April.

[ Baca Selengkapnya... ]
 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by VanRoyen, Inc